Selamat Ulang tahun yah…

•December 11, 2009 • 6 Comments

Teringat 11 desember 3 tahun yang lalu ketika masih bisa berkumpul setiap waktu, malam itu sebelum jam 00.00, aku telfon rumah dan ayah keluar kamar dan saat keluar ibu, dan adikku ada dimeja makan dengan kue dan lilin kecil dan aku menghidupkan musik piano selamat ulang tahun, betapa kagetnya ayah saat itu…dan kami mengucapkan
“selamat ulang tahun ayah..”
Kami bercerita sampai tengah pagi..sambil makan kue dan ayah membuka kado kami satu persatu..
11 desember 2 tahun yang lalu aku hanya menelfon ayahku..aku tak bicara hanya sebuah lagu (yang terbaik bagimu by Ada band) yang aku perdengarkan sampai selesai dan aku mengucapkan
“selamat ulang tahun ayah”
11 desember 1 tahun yang lalu aku menelfon ayahku mengucapkan
“selamat ulang tahun ayah”
Tidak banyak karna ayahku sedang bertugas
11 desember hari ini
”selamat ulang tahun ayahku”,
Semoga segala kebaikan Allah berikan untuk ayah, semoga selalu mendapat Ridhonya…begitu aku sangat beruntung memiliki ayah sebagai ayahku..
Terimakasih ayah…
Terimakasih ketika saat aku tak memberikan yang ayah inginkan ayah masih bilang ”tidak apa-apa, ayah tak pernah menuntutmu”
Terimakasih atas segala apapun yang ayah perjuangkan untukku…

”Tuhan tolonglah sampaikah sejuta sayangku untuknya
Ayah dengarlah bahwa betapa sesungguhnya ku mencintaimu”
(Yang Terbaik Bagimumu by Ada Band)

Whatever u want it”silent”

•December 7, 2009 • 6 Comments

Polpen merah
tak menggugah
ingatannya
tentang aku

siapa kamu??

Dia tetap diam disitu
Bisu Atau membisu
Diam…

Diam..

Sampai akan menghilang

Dan Adam
Akan datang
menggantikan
karna langkah kita
adalah sendiri

dan tak ada lagi tunggu menunggu disini…

Origami dan original

•December 5, 2009 • 21 Comments

Tak pernah terfikir bagaimana sebuah pensil kecil yang dulu saya temukan, bisa mempertemukan dia dan saya lagi, dia yang saya fikir tak pernah saya temukan lagi setelah pertemuan lama itu, pertemuan yang belum memperkenalkan kita. Ya saya pun tak mengerti, atau karna saya berani mengakui bahwa saya sangat mengagumi maka saya bisa berteman dengannya.

Perlahan saya mulai menemukan dia, menyapa, dan mendapat sapaannya. Saya mengenalnya, mencoba menggali relief kehidupannya, dan saya semakin mengaguminya.
Tapi dia sangat jauh disana dan saya ada disini. Disini saya pun mengenal beberapa pria yang membuat saya juga sangat terkagum. Tapi tak ada yang menyainginya, dia tetap yang paling indah, karna dia tidak datang seperti lelaki lain yang berani mengusik saya, datang menawarkan berbagai mimpi kebahagiaan, kesetiaan, yang indah tak terbayangkan sebelumnya.

Tetaplah saya wanita, tetaplah saya seorang yang tidak pernah sempurna, dan saya mulai menyukai salah satu diantaranya, namun dia pergi, begitu saja, mudahnya meninggalkan saya. Memang tak pernah terjadi apapun, namun hati saya ditinggalkannya remuk sendirian, menangis, terluka.

Dan pria itu yang sangat saya kagumi, masih disana, dia tak pernah tau hati saya pernah tersakiti, yang berarti saya tidak menjaga perasaan ini, tapi tetaplah saya wanita biasa. Walau terkadang banyak yang mengira untuk seorang saya, dapat menjaga perasaan sampai nanti sampai saya dijemput dengan perasaan yang benar-benar diperbolehkan.
Tapi memang rasa itu tak pernah dilarang hanya saja mungkin terkadang yang berlebihan itu yang tidak diperbolehkan. Saya bersalah rasanya, tentu padanya juga..
Tak kuasa sepertinya saya berfikir

Dia original dan saya origami

Karna sangat menoreh rasa tak pantas untuknya
Saat ini pria itu masih disana menatap bulan yang sama dengan saya disini, menatap tinggi ditempat berbeda hanya agar kita merasa dekat. Indah dan tidak berlebihan, inilah yang patut saya jaga. Dia masih pria yang paling saya kagumi..hanya dia yang mengisi harapan saya, yang ada dalam harapan, harapan yang tak sirna begitu saja. Dan saya, juga dia entah sampai kapan mengirimkan kata-kata yang tak tertuju, hanya hati ini akan merasa teruntuk …merasa indah, indah yang terjaga..

[Berharap esok hari kami menatap bulan yang sama ditempat yang sama]


untuk mami *ririn*
sulit aku mencoba menulis untukmu

Karena inilah pilihanku

•December 2, 2009 • 8 Comments

Sekarang saya ingin benar-benar jauh darimu pergi dan tidak pernah menemukanmu lagi, setelah sekian waktu saya mencari, mecari dimana kamu, mencari kabarmu, mencari apa yang kamu inginkan, dan setiap hari mencari dan menunggu diruang maya hanya untuk mengetahui kamu baik-baik saja, mencari adakah serangkai kalimat yang kamu tulis yang menggambarkan ada sesuatu jawaban yang saya cari, mencari dan benar-benar mencari apakah ada tentang saya.
Kamu hanya seorang dengan baju bajamu, berdiri dibalik ketegaran seolah tak pernah terjadi apapun padamu, ya kamu baik-baik saja. Kenapa saya terus mencari jika yang saya temukan adalah dingin. Tidak ada, itu jawaban yang saya dapatkan. Selain
”sudahlah”, “jangan terlalu tinggi kamu mencari, karna jatuhnya akan sakit”, “jangan terlalu berharap, nanti kamu akan terjatuh.”
Setelah saya mendapat banyak kata-kata yang yang membuat saya jatuh. Saya ada disini, tapi hatimu? Saya tidak pernah tau. Hanya seperti bunga yang berdiri sendiri diatas angin, terseok hujan, dan akan kering karena matahari.
Tadinya saya menutup telinga, dan melihat awan, melihat tinggi berharap angin membawa pesan dan senyummu saat tergores senja, namun saat mentari mengoreskan warnanya diufuk timur kamu tidak pernah datang.

Dan waktu

•December 1, 2009 • 6 Comments

Saya tidak pernah mengenalnya, ingin taupun tidak sebelumnya. Mungkin waktu yang berjasa membantu saya mengenalnya, mengetahui bahwa ia ada disamping saya saat itu. Bahwa tiba-tiba saja ia muncul, saat saya mulai mencoba meninggalkan cerita lama, cerita yang kini kosong. Cerita yang mulai terisi namun kosong kembali. Dan sambil mengingatmu saya ingin sekali tau, namun sekali lagi ia hanya muncul tapi saya tidak pernah mengenalnya.

Saya hanya diam, siapa orang yang ada disamping saya itu. Saya mencari, dan saya tidak mendapatkan hal kosong, saya mendapatkan sapaannya dan saya menunggu waktu saya dan dia ada diruang yang sama, bekerja bersama, karena itulah salah satu cara, hanya itu. Sekali lagi waktu sangat berjasa membuat saya dan dia ada ditempat yang sama, namun waktu menyuruh saya untuk menunggu. Saya akan menunggu dan yang saya harapkan adalah mengenalnya, mengetahuinya, sampai saya benar-benar yakin bahwa perasaan itu patut ada, patut untuk diperjuangkan dan merangkaikannya menjadi warna –warna indah membentuk hati. Ya waktu menyuruh saya menunggu….hanya itu…


Susi akhirnya aku tulis tentang sebuah cerita untukmu
Semoga memang begitulah adanya…..

“Katakan pada saya”

•November 26, 2009 • 4 Comments

Karna saya tidak ingin bodoh dan kerdil karena perasaan ini. Kamu pasti tau betapa sesak dan sakit menahan sesuatu jika itu rasa. Saya ingin semua terpapar sempurna, saya ingin tau, ingin sekali…Walau saya harus menerima penegasan yang menyakitkan darimu..tapi bicaralah pada saya.

Benar kata DEE,
”Takut karena ingin jujur. Dan kejujuran akan meyudutkanku untuk mengakui mulai ragu.Skenario perjalanan kita, mengharuskan ku untuk sering menyejarahkannya, merekamnya, lalu memainkannya ulang dikepalaku sebagai sang inspirasi dalam hidupku. ”

Setiap hari saya menunggu besok bisa melihatmu lagi dan kamu sudah berubah dengan hati yang baru, hati yang terbuka untuk saya, tersenyum pada saya, menyapa saya sebelum saya menyapa terlebih dahulu, menanyakan sesuatu, dan bercanda, hati yang tidak beku dan dingin seperti sekarang, bukan hati yang datar tanpa ekspresi, bukan hati yang tidak terbuka pada saya. Ya saya tau jika kamu melakukan itu semua pastilah saya jadi berharap, semakin berharap dan semakin dalam sedangkan kamu tidak merasakan apa yang saya rasakan.

Lalu untuk apa kamu melakukan itu semua jika itu akan menyakitkan buat saya, ya kamu tidak pernah memberikan isyarat, kamu tidak pernah membuat saya berharap walau sedikit saja. Tapi sekali lagi saya ingin kamu mengatakan sesuatu agar semua terpapar sempurna katakanlah jika kamu benar ingin sendiri, katakanlah jika kamu menyayangi yang lain, katakanlah, atau beri isyarat pada saya, karna saya selalu berdiri diatas kemungkinan-kemungkinan menyimpan tanda tanya. Tanda tanya tentang dahulu dan sekarang, mengapa kamu tidak seperti dulu? Jujur saya sangat ingin kamu datang dan menanyakan kepada saya apa yang kamu pikirkan, seperti dulu, dulu 2 tahun yang lalu ketika kamu masih mempunyai senyum ramah dan kata-kata untuk saya. Kata-kata yang saya ingat sampai hari ini.
Dan sekarang saat melihatmu ketika saya ada disana, saya ingin membunuh waktu sebentar saja, melihatmu dan menghela nafas lalu saya akan pergi…karna seperti tak mungkin rasanya saya dapat menyentuh hati itu, hatimu.

[Saya dan dia adalah harapan yang mungkin tidak seharusnya ada jika saya bisa menjaga perasaan saya]

Just it, just wait..

•November 25, 2009 • Leave a Comment

Buka laptop lagi, nulis lagi sambil nonton ftv lagi.sedikit cerita ftvnya(syutingnya dijogja)

*Alin punya temen namanya popy temen kerja dan satu kost, yang suka ma popy banyak salah satunya nando yang udah jadi mantannya, nando baik banget, mbantuin kerjaannya popy sampe kelar sampe pagi, padahal popy sibuk dandan dan sibuk smsan ma pacar barunya trus tidur, tu cowo setia abis. Trus Alin nemenin nando lewat chating dan terus bikinin kopi buat nando. Alin sayang sama nando, sampe dia nawarin diri jadi pacar boongannya nando biar si popy sadar*

Ada ya cowo kaya nando, ada ya cewe kaya alin? Enak banget yang jadi popy sana sini oke. Nando pinter masak lagi so sweet banget…

Kadang kita menutup mata bahwa ada sesorang yang sangat menyayangi kita dengan tulus karna kita menyayangi orang lain. Memang si kalo diputer-puter ga ada habisnya ya yang paling enak ya ketemu pas yang dua-duanya saling sayang. Susah juga….
Tapi alin berusaha biar nando sayang ama alin…caranya sweet banget..tapi itu juga karna nando mau membuka diri. Nah kalo orangnya kaya tukijo, mirip hewan yang ada dikutub dingin banget hatinya batu, datar aja…huff…harus gimana , ya ga gimana-gimanalah….
Mungkin dia memang tak pernah tau apa yang saya rasakan..

udahlah sabar aja… baru baca buku yang salah satu percakapannya gini

“Well..don`t try to find him. He`s the one who has to find you…”
“See? If he`s the one who find you then he`ll really understand how take a really good care of you, know how to treat you well, and never let you down. So your job now is just wait and see…..”

ada yang ingin memberi perhatian dengan tulus dan berusaha kaya alin sampe akhirnya nando sadar kalo yang sayang tulus ke nando ya alin bukan popy..semua tergantung masing-masing karakter orangnya…
yang perlu diingat ya..

[Hanya Allah yang Maha tau dan membolak-mbalikkan hati manusia, alias keep praying]

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.