Tahun baru ini…

•January 2, 2010 • 8 Comments

HAPI mai year…*maksa..
hapi…Nyu yer…2010, everyone
telaaaaaat….
payaaah

Tanggal 2 rupanya, tapi masih kerasa suasananya…
Bercerita acara tahun baru kemarin, ingin merefleksikan diri, menunggu undangan Fosma ESQ ga ada, nasib..merefleksi sendiri…tapi pasti bisa lebih khusyu juga…dari pada keluar, tapi akhirnya ada ajakan, apa daya tak bisa menolak, baiklah kawan…

Alhamdulillah bisa sudah sampai disini, tapi saya yakin perjalanan masih panjang, tahun ini…kata teman-teman sie penentuan…, kemarin baca-baca status teman-teman di facebook banyak yang mentarget tahun ini bisa segera memakai toga, melanjutkan sekolah didalam atau luar negri, bekerja, nonton piala dunia di afrika…, menikah, tahun yang penuh perjuangan tentunya… Continue reading ‘Tahun baru ini…’

Karna hidup

•December 31, 2009 • 4 Comments

“Kamu pikir rasa sakit itu bisa ninggalin kamu dengan mudah
Kamu bisa menyimpannya atau menguburnya dalam-dalam”

Saya yakin tak pernah mudah untuk menyimpan ataupun menguburnya sekalipun. Semua hanya masalah waktu. Mungkin sekarang belum giliran kita untuk mendapatkanya. Mungkin Allah memang belum mengijinkan terjadi karna memang bukan yang terbaik untuk kita.
Seperti melewati labirin, ketika kita melakukan kesalahan, tersesat, kita harus benar-benar mengerti yah memang bukan ini jalannya. Belajarlah, pahamilah, dan carilah jalan yang lain agar tidak tersesat lagi dan pasti ada pembelajarannya ada hikmah dibalik semua rancangan terindahNya. Kita tidak tau memang, tapi memang kita yang ditugaskan mencari tau bukan?
”Hidup itu sebuah proses.. tak ada yang selamanya sama.. tak ada yang abadi, selain perubahan itu sendiri… bener kata Ai bukankah tak ada yang selamanya..termasuk rasa sakit itu sendiri? jika saat ini saya sakit, maka suatu hari saya akan sembuh.. jika saat ini saya terpuruk dan jatuh.. maka suatu hari saya akan mampu bangkit, merangkak dan berjalan.. jika hari ini saya sedih dan menangis.. maka suatu hari, tak tertutup kemungkinan saya bisa tersenyum dan tertawa..
hidup adalah proses.. proses untuk menjadi lebih baik setiap harinya..proses untuk belajar, yah..hidup adalah sebuah taman belajar .. dari pertama kita lahir.. sampai kita mati.. taman belajar yang tak pernah meluluskan muridnya..”

[ sekedar mengingat, untuk yang sedang dalam pencarian ]

Wanita

•December 24, 2009 • 12 Comments

“Pekerjaan itu ibadah, mbok ya dikerjain sebaik mungkin supaya berguna bagi orang lain”

Kutipan yang baru saya baca dari salah satu koran kampus balkon (bc:balairung koran) yang kemarin saya ambil dari perpustakaan. Tadi baru saja saya baca saat duduk didepan PRC bareng mr.Evee nungguin mas Ary *Salah satu team penelitian* yang bawa kunci Prc, gila nungguin kaya orang ilang, kelaperan lagi…

back..
kata-kata itu terucap dari sosok Suratini, satpam wanita yang bekrja di Fakultas Hukum UGM yang berumur 21 tahun, sama seperti saya. Ia juga sempat ikut ujian masuk UGM meskipun akhirnya gagal. Saya salut dengn para wanita penuh dengan kegigihan. Profesi satpam umumnya dilakoni kaum lelaki. Namun Suratini memilihnya sebagai jalan hidup.

Ada beberapa lagi contohnya, wanita yang bekerja sebagai kuli bangunan, saya sering melihatnya pada waktu berangkat kuliah. Dia mengangkat semen, pasir, dan bata. Lebih salutnya dia memakai jilbab…sungguh tidak mudah.
Seorang ibu-ibu yang mendorong gerobak yang berjualan jagung, ubi dan kacang rebus.
Yang benar-benar sangat buat saya geleng kepala, ibu itu mendorong gerobak naek turun jalan lewat jembatan-jembatan dari sekitar kostan saya *Seturan* sampai di daerah kampus saya *UGM* sangat jauh sekali…dan gerobak itu tidak ringan. ya kan?
Dan saya yakin masih banyak lagi masih banyak yang lain, memikirkan anak-anak, suami, orang tua, rumah, menyiapkan berbagai kebutuhan. Bagun pagi, menyiapkan makanan, mengurus anak-anak, membereskan rumah, menjaga anak-anaknya, mempersiapkan apa keperluan suami belum lagi jika harus bekerja. Itulah Ibu-ibu kita yang memberikan kasih sayang, yang tidak dapat dibeli dimanapun, sampai kapanpun.

semoga bisa menjadi seorang wanita yang seutuhnya

Rumah lama

•December 22, 2009 • 6 Comments

Akhirnya bisa buka friendster lagi…yang ibarat rumah tak berpenghuni…ditinggalkan kerumah yang baru…*cape deh…dasar manusia…*

mengambil barang-barang yang tersimpan disana*beberapa blog yang pernah kutulis….*

#kutipan beberapa blog#ingin lagi kusimpan disini… Continue reading ‘Rumah lama’

PRC

•December 21, 2009 • 11 Comments

Setelah beberapa minggu dan 3 hari nyepi di Lab. PRC (baca: Perancangan) buat aku mikirin, “oh gini ya rasanya? ketika dulu dia ada disini, dan aku yang diluar.”berhadapan dengan benda kotak 14 inchi, berjam-jam.Aku menikmatinya, aku suka, yah karena ini dunia baruku. Biasanya memang berjam-jam didepan laptop tapi rasanya beda. Ini rasanya jadi mahasiswa semester akhir, yang aneh..
Yang mengejar deadline tentu saja. Tapi gak taulah….

Dunia baru bersama orang-orang baru.Jadi yang termuda diLab itu, pasti harus banyak nurut lah…dan yang pasti bisa manja juga minta ajarin ini itu…memang seru.Thanks Allah…diberi kesempatan belajar…
Sebenarnya lab itu impian ku dari dulu gak tau kenapa, pengen aja… bisa penelitian disana, dengan kaca yang besar bisa liat pemandangn luar dan wifi tentunya, bersih, dingin, full music hahahaha..
Ada beberapa makhluk disana salah satunya sebut saja mr. eve, compienya sebelahan ma aku, jorok nginep diLAb dan gak mandi-mandi, tukang download sesuatu yang ga jelas, ketawa-ketawa sendiri, suka nyabotase FB orang ditulisin aneh-aneh*termasuk punyaku* selalu promosi usaha barunya (Burger HOT), suka nyetel lagunya cangcut keras-keras dan yang ga ketinggalan dia selalu curhat ma aku tentang ms.evee, wakakakakakakk.
Yang kedua tutor ku sebut dia mr. Busz, busy, sibuk…sampe aku kadang terlantar karena dia yang terlalu sibuk..ga papa sieh…asal aku dikasi tugas aja.
Setelah kuliah pasti langsung keLab, sampe magrib, tapi kadang aku sempetin pulang lebih awal buat nikmatin sore sambil pulang kekostan muter-muter dulu.
berharap aku bisa cepet lulus…bisa cepet kerja…jadi wanita yang mandiri*tapi kalo cara ngomongku gini keliatan banget ga dewasa*
Udah ah…NGE-junk nih gak jelas

Ps: berharap cepet menemukannya. Amin y RAbb..

Pengagum senja

•December 18, 2009 • 9 Comments

Tak ada yang tersisa dari sinar matahari
Kecuali siluet orange ditepi barat
Warnanya mengisyaratkan kami
Untuk segera menutup
Kisah siang

Pulang…

kurasa aku mampu mengejar senja..disana
Namun aku tertinggal oleh awan hitam yang membawa senja pergi

melewati lampu taman
kembali…..

Aku berhenti…


Disini….

poto: nand.

VIOLET

•December 12, 2009 • 12 Comments

Terima kasih Allah Kau akhirnya membuat aku mengerti yang menenangkan hati, hingga aku tau semua ini adalah perjalanan, hati yang merekah, tapi juga mudah lelah. Aku tak menyesal pernah menuliskannya, karna aku hanya ingin jujur, aku pernah melewatinya. Tak ada yang ingin kututupi untuk masa ku nanti karna aku ingin mereka menerima apa adanya aku.

Aku sudah tidak perduli bagaimana dia tak membalas senyumku, aku juga tidak perduli ketika mereka menganggapku remeh, aku juga tidak perduli mereka menertawai aku didepanku atau secara sembunyi-sembunyi, aku tidak perduli cara mereka menilai aku. Aku masih percaya ada kebahagiaan lain yang Allah suguhkan, dan aku bahagia ketika keluargaku sangat mencintaiku, tak pernah menuntutku, aku bahagia ketika mempunyai sahabat-sahabat yang disampingku, aku bahagia ketika anak-anak mencium tanganku dan memanggil aku ibu guru, aku bahagia bisa menemani mereka, aku bahagia ketika teman-teman menyapaku setelah pulang kuliah, aku bahagia masih bisa membeli bunga, dan aku bahagia Allah memberikan kebahagian-kebahagiaan tak terkira lainnya, aku bahagia bisa menuliskannya disini.
Inilah tempat dimana aku harus menghadapinya, ramai namun sebenarnya sepi jauh dari rumah. I have to do everything by myself. Tapi tetap harus dijalani, salah seorang yang kukagumi pernah bilang “Hadapilah masalahmu dengan kepala tegak”, bukan-bukan sombong tapi tetaplah hadapi dengan penuh kekuatan.
Mencoba seperti bunga violet yang sering diartikan sendiri, namun dia tetap indah, tak pernah perduli artinya adalah sendiri, dia tetap hidup dengan ketegarannya memberikan salah satu warna untuk meramaikan suasana.


[Manusia memang akan selalu diciptakan sebagai makhluk yang kesepian, agar selalu ingat bahwa satu-satunya yang bisa menemani adalah Allah.] (quote by blog ney)

Selamat Ulang tahun yah…

•December 11, 2009 • 6 Comments

Teringat 11 desember 3 tahun yang lalu ketika masih bisa berkumpul setiap waktu, malam itu sebelum jam 00.00, aku telfon rumah dan ayah keluar kamar dan saat keluar ibu, dan adikku ada dimeja makan dengan kue dan lilin kecil dan aku menghidupkan musik piano selamat ulang tahun, betapa kagetnya ayah saat itu…dan kami mengucapkan
“selamat ulang tahun ayah..”
Kami bercerita sampai tengah pagi..sambil makan kue dan ayah membuka kado kami satu persatu..
11 desember 2 tahun yang lalu aku hanya menelfon ayahku..aku tak bicara hanya sebuah lagu (yang terbaik bagimu by Ada band) yang aku perdengarkan sampai selesai dan aku mengucapkan
“selamat ulang tahun ayah”
11 desember 1 tahun yang lalu aku menelfon ayahku mengucapkan
“selamat ulang tahun ayah”
Tidak banyak karna ayahku sedang bertugas
11 desember hari ini
”selamat ulang tahun ayahku”,
Semoga segala kebaikan Allah berikan untuk ayah, semoga selalu mendapat Ridhonya…begitu aku sangat beruntung memiliki ayah sebagai ayahku..
Terimakasih ayah…
Terimakasih ketika saat aku tak memberikan yang ayah inginkan ayah masih bilang ”tidak apa-apa, ayah tak pernah menuntutmu”
Terimakasih atas segala apapun yang ayah perjuangkan untukku…

”Tuhan tolonglah sampaikah sejuta sayangku untuknya
Ayah dengarlah bahwa betapa sesungguhnya ku mencintaimu”
(Yang Terbaik Bagimumu by Ada Band)

Whatever u want it”silent”

•December 7, 2009 • 6 Comments

Polpen merah
tak menggugah
ingatannya
tentang aku

siapa kamu??

Dia tetap diam disitu
Bisu Atau membisu
Diam…

Diam..

Sampai akan menghilang

Dan Adam
Akan datang
menggantikan
karna langkah kita
adalah sendiri

dan tak ada lagi tunggu menunggu disini…

Origami dan original

•December 5, 2009 • 21 Comments

Tak pernah terfikir bagaimana sebuah pensil kecil yang dulu saya temukan, bisa mempertemukan dia dan saya lagi, dia yang saya fikir tak pernah saya temukan lagi setelah pertemuan lama itu, pertemuan yang belum memperkenalkan kita. Ya saya pun tak mengerti, atau karna saya berani mengakui bahwa saya sangat mengagumi maka saya bisa berteman dengannya.

Perlahan saya mulai menemukan dia, menyapa, dan mendapat sapaannya. Saya mengenalnya, mencoba menggali relief kehidupannya, dan saya semakin mengaguminya.
Tapi dia sangat jauh disana dan saya ada disini. Disini saya pun mengenal beberapa pria yang membuat saya juga sangat terkagum. Tapi tak ada yang menyainginya, dia tetap yang paling indah, karna dia tidak datang seperti lelaki lain yang berani mengusik saya, datang menawarkan berbagai mimpi kebahagiaan, kesetiaan, yang indah tak terbayangkan sebelumnya.

Tetaplah saya wanita, tetaplah saya seorang yang tidak pernah sempurna, dan saya mulai menyukai salah satu diantaranya, namun dia pergi, begitu saja, mudahnya meninggalkan saya. Memang tak pernah terjadi apapun, namun hati saya ditinggalkannya remuk sendirian, menangis, terluka.

Dan pria itu yang sangat saya kagumi, masih disana, dia tak pernah tau hati saya pernah tersakiti, yang berarti saya tidak menjaga perasaan ini, tapi tetaplah saya wanita biasa. Walau terkadang banyak yang mengira untuk seorang saya, dapat menjaga perasaan sampai nanti sampai saya dijemput dengan perasaan yang benar-benar diperbolehkan.
Tapi memang rasa itu tak pernah dilarang hanya saja mungkin terkadang yang berlebihan itu yang tidak diperbolehkan. Saya bersalah rasanya, tentu padanya juga..
Tak kuasa sepertinya saya berfikir

Dia original dan saya origami

Karna sangat menoreh rasa tak pantas untuknya
Saat ini pria itu masih disana menatap bulan yang sama dengan saya disini, menatap tinggi ditempat berbeda hanya agar kita merasa dekat. Indah dan tidak berlebihan, inilah yang patut saya jaga. Dia masih pria yang paling saya kagumi..hanya dia yang mengisi harapan saya, yang ada dalam harapan, harapan yang tak sirna begitu saja. Dan saya, juga dia entah sampai kapan mengirimkan kata-kata yang tak tertuju, hanya hati ini akan merasa teruntuk …merasa indah, indah yang terjaga..

[Berharap esok hari kami menatap bulan yang sama ditempat yang sama]


untuk mami *ririn*
sulit aku mencoba menulis untukmu

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.